METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING

A.      Simple Additive Weighting
Metode penjumlahan terbobot dari rating dan kinerja pada setiap alternative pada semua atribut yang diinginkan , metode SAW Metode SAW (simple additive weighting) merupakan metode salah satu dari Multi-Attribute Decision Making dengan banyak pilihan atribubute Langkah penyelesaian metode SAW :
1. Menentukan kriteria yang dijadikan acuan pengambilan keputusan.
2. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.
3. Membuat matriks keputusan berdasarkan criteria.
4. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar.
B.      Apotek hidup
Pemanfaatan apotek hidup sebagai tanaman obat sudah dipakai sejak dulu oleh nenek moyang. Yang memiliki banyak manfaat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Kemampuan meracik tumbuhan apotek hidup sangatlah bermanfaat khususnya untuk penyakit kulit pada manusia.
Menurut (dwi, 2012) dihutan tropis Indonesia terdapat 9600 speccies tanaman obat yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit tetapi hanya sedikit yang diketahui oleh masyarakat dari kegunaannya. Peluang pengembangan bididaya tanaman obat masih sangat terbuka khusunya di kalangan industry dan umunya bagi masyarakat.

C.      METODE PENELITIAN
Metode Penelitian ini menggunakan model interactive prototyping yang merupakan perangkat lunak yang dikembangkan dengan tahap pengembangan yang dilakukan percobaanpercobaan untuk melihat apakah perangkat lunak sudah bekerja sesuai dengan yang diinginkan. Secara bagan, model interactive prototyping digambarkan pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Model Interactive


1.       Pada tahap analisa
kegiatan yang dilakukan adalah membuat representasi pengetahuan dan membuat struktur data yang nantinya akan digunakan sebagai representasi pengetahuan dari permasalahan penyakit kulit pada manusia.
2.       Pada tahap desain
kegiatan yang dilakukan adalah merancang basisdata pengetahuan dan menggunakan metode SAW untuk menelusuri basisdata pengetahuan.
3.       Pengujian
dilakukan untuk mengetahui apakah program sistem pakar sudah berjalan dengan baik di piranti mobile.
4.         Mengevaluasi apakah keluraan yang dihasilkan sudah sesuai dengan yang diharapkan.[1]


[1] Referensi : JURNAL SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA MANUSIA MENGGUNAKAN APOTEK HIDUP MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING, Linda Marlinda, Jurusan Teknik Komputer, AMIK Bina Sarana infornatika Jl. RS Fatmawati no 24 Pondok Labu, Jakarta linda.ldm@bsi.ac.id.

Comments